Camat Belik Pimpin Rakor Realisasi Ketapang melalui BUMDes di Ruang Klinik Kecamatan Belik.


Belik, Senin 1/12/2025 — Camat Belik Bp. M. Maksum, S.IP., M.M, didampingi Kasi PMD Nur Dwi Pujiyanto, S.K.M., M.Si, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Realisasi Ketapang melalui BUMDes yang digelar di Ruang Klinik Kecamatan Belik. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa, direktur BUMDes, operator Ketapang, serta unsur pendamping desa yang selama ini terlibat dalam tata kelola program pemberdayaan ekonomi desa.
Rakor tersebut diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi dan percepatan implementasi program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang kini menjadi salah satu prioritas pembangunan desa. Melalui penguatan BUMDes sebagai badan usaha resmi desa, pemerintah kecamatan menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel, transparan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Belik M. Maksum menegaskan bahwa realisasi Ketapang harus dilaksanakan tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Ia menekankan bahwa BUMDes memiliki porsi strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi desa, sehingga pengelolaan program Ketapang wajib mengikuti prinsip kehati-hatian dan efektifitas.
> “Program Ketapang bukan sekadar formalitas laporan. Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat desa. BUMDes harus menjadi ujung tombak, dengan pengelolaan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Camat M. Maksum.
Ia juga mengingatkan para pengelola BUMDes agar tidak ragu berinovasi, selama tetap berada dalam koridor regulasi. Menurutnya, tantangan pembangunan desa semakin kompleks sehingga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, dan pelaku usaha desa.
Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Belik, Nur Dwi Pujiyanto, menyampaikan paparan teknis mengenai mekanisme realisasi Ketapang serta regulasi terbaru yang wajib dipatuhi oleh setiap desa. Ia menegaskan bahwa proses verifikasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin bahwa penggunaan anggaran sesuai ketentuan.
Dalam pemaparannya, Nur Dwi menjelaskan bahwa BUMDes wajib menyusun rencana kerja yang terukur, termasuk perincian kebutuhan, potensi lokal, dan rencana distribusi hasil program.
> “Kami berharap desa dapat lebih tertib administrasi dan lebih cepat dalam menyampaikan laporan. Ketepatan administrasi menjadi dasar utama agar realisasi Ketapang bisa berjalan optimal,” tegas Nur Dwi.
Selain arahan teknis, peserta rakor juga diberi kesempatan untuk berdiskusi. Para kepala desa dan direktur BUMDes aktif menyampaikan pengalaman lapangan, hambatan administratif, serta kebutuhan pendampingan lanjutan. Beberapa desa melaporkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam program Ketapang semakin meningkat, terutama pada sektor pertanian, peternakan, dan pemberdayaan UMKM.
Salah satu peserta rakor menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam keberhasilan program. Ia mengungkapkan bahwa ketika masyarakat ikut terlibat sejak tahap perencanaan, hasil program menjadi lebih tepat guna dan lebih mudah diterima oleh warga.
Camat Belik menyambut baik berbagai masukan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kecamatan akan memperkuat peran pendamping desa serta meningkatkan monitoring berkala untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal.
Secara tidak langsung, Camat juga menyoroti pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran desa. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk penyimpangan tidak akan ditoleransi dan dapat berdampak pada terganggunya pembangunan desa.
Rakor ditutup dengan penegasan bahwa seluruh desa di Kecamatan Belik wajib menyelesaikan laporan realisasi Ketapang sesuai tenggat waktu. Pemerintah kecamatan juga akan menindaklanjuti hasil rakor melalui evaluasi bulanan serta pendampingan intensif kepada desa yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Kegiatan rakor ini meneguhkan komitmen Kecamatan Belik untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa melalui optimalisasi peran BUMDes. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, program Ketapang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga Belik.

