Camat Belik Hadiri Kegiatan Fogging di Desa Sodong Basari Awal Juli 2025.
Camat Belik Hadiri Kegiatan Fogging di Desa Sodong Basari Awal Juli 2025
Belik, 1 Juli 2025 – Mengawali bulan Juli 2025, Pemerintah Kecamatan Belik melaksanakan kegiatan fogging di wilayah Desa Sodong Basari. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Kegiatan fogging tersebut dihadiri langsung oleh Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP, yang turut didampingi oleh personil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Belik. Kehadiran Camat Belik menunjukkan perhatian serius pemerintah kecamatan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit menular di musim pancaroba.
Dalam keterangannya kepada media, Camat Belik menyampaikan bahwa fogging merupakan salah satu langkah pencegahan yang penting untuk memutus rantai penyebaran nyamuk penyebab DBD. “Kami bersama tim hadir langsung di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya mengandalkan fogging saja,” ujar M. Maksum, S.IP.
Selain Camat Belik dan personil Damkar, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pj. Kepala Desa Sodong Basari, Bapak Suwarno, S.H., tim dari Puskesmas setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini sedang melaksanakan program pengabdian di Desa Sodong Basari.
Pj. Kepala Desa Sodong Basari, Suwarno, S.H., mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan fogging. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Camat Belik, tim Damkar, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas. Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap warga desa,” tutur Suwarno.
Pelaksanaan fogging dilakukan di beberapa titik rawan genangan air dan lingkungan padat penduduk yang memiliki potensi tinggi sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk. Tim dari Puskesmas turut memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) sebagai langkah utama dalam pemberantasan sarang nyamuk.
Mahasiswa KKN UGM yang turut serta dalam kegiatan ini terlihat antusias. Mereka membantu tim pelaksana dalam melakukan pendataan, sosialisasi, serta mengedukasi warga sekitar. Salah satu mahasiswa KKN, Dita Ayu, mengatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman lapangan yang sangat berharga. “Kami senang bisa ikut berkontribusi langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Selain mendukung program desa, kami juga belajar banyak tentang kolaborasi antarinstansi,” ungkap Dita.
Kegiatan fogging yang dilaksanakan pada Selasa, 1 Juli 2025, ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan berlangsung. Masyarakat juga menyambut baik pelaksanaan fogging tersebut dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala.
Menurut keterangan dari tim Puskesmas, kegiatan fogging ini merupakan bagian dari upaya preventif yang telah direncanakan sejak awal tahun sebagai respon terhadap meningkatnya kasus DBD di beberapa wilayah Kabupaten Pemalang. “Fogging hanya efektif bila diikuti dengan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan bersih. Oleh karena itu, kami terus lakukan edukasi kepada warga,” kata salah satu petugas kesehatan.
Camat Belik, dalam penutupnya, berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. “Fogging adalah langkah awal, tetapi menjaga lingkungan bersih adalah kunci utamanya. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung program-program kesehatan di wilayahnya masing-masing,” pungkas M. Maksum.
Dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, petugas kesehatan, hingga mahasiswa, kegiatan fogging di Desa Sodong Basari diharapkan menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendukung kesehatan masyarakat.



