Camat Belik Monitoring Kondisi SDN 02 Simpur yang Mengalami Retakan Akibat Pergeseran Tanah
Camat Belik Monitoring Kondisi SDN 02 Simpur yang Mengalami Retakan Akibat Pergeseran Tanah
Pemalang, Jum’at 19/9/2025 – Pemerintah Kecamatan Belik terus memantau kondisi infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Salah satu perhatian serius diberikan pada SD Negeri 02 Simpur, yang mengalami keretakan pada salah satu ruang kelas akibat pergeseran tanah. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa serta mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP, hadir langsung untuk melihat kondisi bangunan. Beliau didampingi oleh Kepala UPJI Belik, Slamet, ST, serta Kepala Desa Simpur, Poniman. Monitoring ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mencari solusi penanganan secara cepat dan tepat.

Kondisi Bangunan Memprihatinkan
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa satu ruangan di SDN 02 Simpur mengalami keretakan cukup serius pada dinding. Selain itu, pondasi bangunan terlihat bergerak akibat pergeseran tanah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan risiko keruntuhan sebagian bangunan.
Camat Belik, M. Maksum, S.IP, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
> “Kami melihat langsung adanya retakan yang cukup serius di ruangan ini. Setelah berkoordinasi dengan tim teknis, kami menyimpulkan bahwa masalah utama terletak pada pondasi yang terpengaruh pergeseran tanah,” ujar Maksum.
Beliau juga menambahkan, perlu segera dilakukan langkah antisipatif agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. “Yang paling penting saat ini adalah keselamatan siswa. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Pentingnya Tanggul Penahan Tanah
Kepala UPJI Belik, Slamet, ST, menegaskan bahwa salah satu solusi utama untuk mencegah kerusakan lebih parah adalah pembangunan tanggul penahan tanah. Menurutnya, kondisi geografis wilayah Simpur yang berada di area perbukitan membuat bangunan rawan bergeser.
> “Jika tanggul penahan tanah tidak segera dibuat, pergeseran tanah bisa semakin meluas dan memperparah kerusakan bangunan. Kami sudah melakukan analisa awal, dan tanggul menjadi prioritas utama,” jelas Slamet.
Sementara itu, Kepala Desa Simpur, Poniman, menyampaikan bahwa pihak desa siap mendukung upaya perbaikan, baik dalam bentuk koordinasi maupun gotong royong masyarakat.
> “Kami berharap pemerintah kabupaten dapat segera turun tangan. Dari pihak desa, kami siap membantu agar anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang dan aman,” kata Poniman.
Kekhawatiran Orang Tua Murid
Kondisi bangunan SDN 02 Simpur yang retak tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua siswa. Beberapa orang tua berharap agar perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan anak-anak mereka.
Salah seorang wali murid, Siti Aminah (37), mengungkapkan perasaannya.
> “Kami takut kalau anak-anak tetap belajar di ruangan yang retak ini. Harapan kami, segera ada solusi dari pemerintah agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah Kecamatan
Camat Belik, M. Maksum, S.IP, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap masalah ini. Monitoring bersama UPJI dan pemerintah desa dilakukan untuk memastikan setiap permasalahan infrastruktur dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya.
Secara tidak langsung, Maksum juga menyoroti pentingnya pengawasan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama yang berada di daerah rawan pergeseran tanah. “Kami tidak ingin kejadian ini terulang di sekolah lain. Karena itu, pengawasan rutin akan terus kami tingkatkan,” ucapnya.
Rencana Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil monitoring, langkah selanjutnya adalah menyusun laporan teknis untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang. Laporan tersebut mencakup rekomendasi perbaikan darurat serta pembangunan tanggul penahan tanah sebagai solusi jangka panjang.
Kepala UPJI Belik, Slamet, ST, menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan kabupaten, perbaikan dapat segera terealisasi. “Ini bukan masalah kecil, tetapi dengan koordinasi yang baik, saya yakin solusinya bisa kita wujudkan,” ungkapnya.
Harapan ke Depan
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, masyarakat berharap SDN 02 Simpur bisa segera diperbaiki agar anak-anak kembali belajar dengan tenang. Camat Belik menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah prioritas utama.
> “Anak-anak kita adalah masa depan. Tidak boleh ada kompromi terkait keselamatan mereka. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk segera menangani masalah ini,” pungkasnya.
—
Kesimpulan
Pemalang, Jum’at 19/9/2025, Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP, bersama Kepala UPJI Belik, Slamet, ST, dan Kades Simpur, Poniman, melakukan monitoring kondisi SDN 02 Simpur yang mengalami retakan bangunan akibat pergeseran tanah. Hasil peninjauan menegaskan perlunya pembangunan tanggul penahan tanah sebagai solusi utama. Kehadiran pemerintah kecamatan dan desa menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan pendidikan tetap berjalan dengan bai

