Kegiatan

Monitoring dan Evaluasi Administrasi Desa di Sodong Basari Berjalan Lancar.

Monitoring dan Evaluasi Administrasi Desa di Sodong Basari Berjalan Lancar

Belik, 3 Oktober 2025 – Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) administrasi desa di Balai Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik, pada Jumat (3/10/2025) berlangsung dengan baik dan lancar. Agenda tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemalang, Nur Dwi Pujiyanto, S.K.M., M.Si, bersama tim monitoring yang turut hadir mendampingi jalannya kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, tim monitoring terdiri dari Nur Dwi P, Habib NF, Anangga W, Kuning HR, Mustain (PD), Edi S (PD), S. Hamdi (PLD), dan Agus N (PLD). Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan dan peningkatan kualitas administrasi desa di wilayah Kecamatan Belik.

Sementara itu, dari pihak desa hadir sejumlah perangkat, di antaranya Pj. Kepala Desa Sodong Basari, Kasi Pemerintahan Desa, Kasi Kesra Desa, Kaur Keuangan Desa, Kepala Dusun Sobas Barat, dan Kepala Dusun Sobas Timur. Kehadiran perangkat desa tersebut menjadi bukti komitmen dalam mewujudkan transparansi serta akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa.

Fokus Monitoring dan Evaluasi

Dalam monev kali ini, terdapat beberapa fokus utama yang diperiksa. Antara lain mencakup dokumen perencanaan desa, dokumen pelaksanaan kegiatan, serta dokumen pertanggungjawaban desa (SPJ, LPJ, maupun PBJ). Selain itu, tim juga menekankan pentingnya percepatan program Ketahanan Pangan (Ketapang) serta optimalisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Alhamdulillah kegiatan monitoring administrasi desa di Sodong Basari berjalan dengan baik dan lancar. Kami memberikan apresiasi atas kesiapan pemerintah desa dalam menyajikan dokumen dan administrasi sesuai aturan,” ujar Nur Dwi Pujiyanto saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, monev ini bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga wadah pembinaan. “Kami ingin memastikan bahwa desa memiliki tata kelola yang baik, akuntabel, serta mampu menjalankan program-program prioritas, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan BUMDes,” jelasnya.

Pentingnya Tertib Administrasi

Dalam kesempatan tersebut, pihak desa turut menyampaikan komitmen mereka dalam menindaklanjuti hasil monitoring. Pj. Kepala Desa Sodong Basari mengatakan bahwa pemerintah desa berupaya terus memperbaiki tata kelola administrasi agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami menyadari pentingnya tertib administrasi, terutama dalam hal dokumen perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Monitoring seperti ini membantu kami untuk lebih disiplin dan profesional dalam bekerja,” ungkap Pj. Kades Sodong Basari.

Selain itu, Kasi Pemerintahan Desa juga menambahkan bahwa kegiatan monev merupakan bentuk pengawasan sekaligus pembelajaran. “Kami banyak mendapatkan arahan terkait percepatan program Ketapang serta bagaimana mengelola BUMDes agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dorongan untuk Percepatan Program Desa

Salah satu perhatian utama tim monitoring adalah program Ketahanan Pangan (Ketapang). Program ini menjadi prioritas mengingat kebutuhan masyarakat desa yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Program Ketapang sangat strategis, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. Desa harus berkomitmen untuk mempercepat realisasinya, baik dalam penyusunan program maupun pelaksanaannya,” ujar Habib NF, salah satu anggota tim monitoring.

Selain itu, pengelolaan BUMDes juga menjadi sorotan. Menurut S. Hamdi (PLD), keberadaan BUMDes tidak boleh hanya sebatas formalitas, melainkan benar-benar harus memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi dan Harapan ke Depan

Kegiatan monev administrasi desa di Sodong Basari ini diakhiri dengan diskusi bersama antara tim monitoring dan perangkat desa. Hasil diskusi menekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tim pendamping desa, dan perangkat desa dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan setiap desa dapat memperbaiki kekurangan dan semakin meningkatkan kualitas administrasi. Hal ini juga sejalan dengan semangat transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Harapan kami, Sodong Basari dapat menjadi contoh desa yang tertib administrasi, kuat dalam pengelolaan program, serta mampu memberdayakan masyarakat melalui BUMDes dan program-program strategis lainnya,” pungkas Nur Dwi Pujiyanto.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur karena kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan semangat kebersamaan, desa Sodong Basari optimis dapat semakin maju dalam mewujudkan pembangunan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.