Camat Belik Monitoring Drainase Longsor di Desa Gombong.
Camat Belik Monitoring Drainase Longsor di Desa Gombong
Pemalang – Jumat siang (19/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, Camat Belik M. Maksum, S.IP didampingi Kasi Trantib Bambang Martono, S.IP serta staf UJI Belik, Gito, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan langsung terhadap saluran drainase yang mengalami longsor akibat derasnya aliran air di Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggap cepat pemerintah kecamatan terhadap laporan warga terkait rusaknya saluran drainase di wilayah setempat. Drainase yang longsor diketahui terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan Belik selama beberapa hari terakhir, menyebabkan aliran air tidak terkendali dan menggerus sebagian tembok saluran.
Dalam kesempatan itu, Camat Belik M. Maksum, S.IP menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi lapangan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
> “Kami turun langsung untuk melihat kondisi drainase yang longsor agar bisa segera diambil tindakan. Ini penting karena drainase berfungsi vital dalam mengalirkan air dan mencegah banjir di wilayah pemukiman,” ujar Maksum.
Beliau juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, serta dinas terkait di kabupaten agar penanganan kerusakan bisa segera dilakukan secara efektif.
> “Kami akan berkoordinasi dengan pihak DPU dan BPBD Kabupaten Pemalang untuk menindaklanjuti hasil pengecekan hari ini. Diharapkan kerusakan ini bisa segera diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, S.IP, yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa longsornya bagian drainase ini disebabkan oleh tekanan air yang tinggi dan kondisi tanah yang mulai labil.
> “Kami melihat ada beberapa titik retakan di sekitar saluran. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsor akan meluas ke badan jalan dan pekarangan warga,” jelas Bambang.
Menurutnya, pihak kecamatan bersama pemerintah desa sudah berupaya melakukan langkah sementara dengan membersihkan saluran air dan menutup sebagian sisi yang rusak menggunakan material seadanya. Namun, perbaikan permanen tetap diperlukan agar sistem drainase bisa berfungsi kembali secara optimal.
Salah satu warga setempat, Sutrisno (48), mengapresiasi langkah cepat pemerintah kecamatan yang turun langsung meninjau lokasi.
> “Kami senang pihak kecamatan tanggap. Begitu kami lapor ada drainase yang longsor, langsung ditinjau. Mudah-mudahan segera diperbaiki supaya air tidak meluapnya ke jalan lagi,” tuturnya.
Monitoring yang dilakukan pada Jumat siang itu juga menjadi sarana bagi pihak kecamatan untuk melakukan pendataan awal kerusakan infrastruktur pasca hujan deras. Selain di Desa Gombong, beberapa titik lain di wilayah Belik juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada saluran air dan jalan lingkungan.
Camat M. Maksum, S.IP mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti longsor dan banjir. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air.
> “Drainase yang tersumbat sampah akan memperburuk aliran air. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bergotong royong menjaga kebersihan dan memperhatikan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dengan adanya kegiatan monitoring tersebut, diharapkan penanganan kerusakan drainase di Desa Gombong dapat segera direspons oleh dinas teknis. Pemerintah kecamatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan hingga perbaikan selesai dilakukan.
Langkah cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warga. Melalui kerja sama antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat, upaya pemulihan infrastruktur pasca longsor di Desa Gombong diharapkan berjalan dengan baik dan berkelanjutan

