Camat Belik Tinjau Kondisi Pasar Belik Saat Hujan Deras Sebabkan Air Meluap .
Camat Belik M. Maksum, S.IP., M.M. Tinjau Kondisi Pasar Belik Saat Hujan Deras Sebabkan Air Meluap

Belik, Sabtu, 8 November 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Belik pada Sabtu sore sekitar pukul 14.00 WIB menyebabkan air meluap di kawasan Pasar Belik dan sekitarnya. Menyikapi hal tersebut, Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP., M.M., turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi jalan dan lingkungan pasar yang terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi.
Kegiatan pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah kecamatan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas warga, terutama para pedagang dan pengunjung pasar. Turunnya hujan dengan intensitas tinggi selama hampir satu jam membuat beberapa titik di sekitar pasar tergenang air setinggi 20–30 sentimeter.
Dalam pantauannya, Camat Belik M. Maksum didampingi oleh beberapa staf kecamatan serta petugas kebersihan pasar. Mereka meninjau langsung jalur utama menuju pasar yang tergenang, serta saluran drainase di sekitar area perdagangan yang tampak tersumbat oleh tumpukan sampah dan endapan tanah.
> “Kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Hujan deras menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air yang meningkat. Akibatnya, air meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bapak M. Maksum saat ditemui di lokasi pemantauan.
Beliau menambahkan, pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang untuk menindaklanjuti perbaikan dan normalisasi saluran drainase di sekitar pasar. Menurutnya, genangan yang terjadi disebabkan oleh penumpukan sampah di selokan dan kurangnya kapasitas saluran air yang sudah lama tidak dibersihkan.
> “Kami akan segera laporkan ke dinas terkait agar dilakukan pembersihan dan pelebaran saluran air. Ini penting supaya air hujan bisa mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan luapan seperti hari ini,” tambahnya.
Selain itu, Camat Belik juga mengimbau masyarakat dan para pedagang agar ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran sistem drainase.
Dalam keterangan tidak langsungnya, beliau menyampaikan bahwa genangan air di sekitar pasar bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga masalah perilaku dan kedisiplinan warga.
> “Kalau lingkungan bersih dan saluran air terjaga, tentu genangan bisa dihindari. Kami mohon kerja sama semua pihak, terutama pedagang, untuk membuang sampah pada tempatnya,” jelas M. Maksum.
Sementara itu, Sodikin, salah satu pedagang di Pasar Belik, mengungkapkan bahwa hujan deras memang sering menyebabkan genangan di depan kiosnya. “Tadi sekitar jam dua siang air mulai naik, sebagian pedagang langsung mengangkat barang dagangan supaya tidak basah. Untungnya tidak terlalu lama, karena air mulai surut setelah hujan reda,” katanya.
Petugas kebersihan pasar bersama warga sekitar juga segera melakukan upaya darurat dengan membuka sumbatan saluran air dan membersihkan tumpukan sampah, sehingga air bisa mengalir kembali. Langkah cepat tersebut membantu menurunkan tinggi genangan dalam waktu kurang dari dua jam.
Dalam kesempatan itu, Camat Belik juga berdialog dengan sejumlah pedagang dan masyarakat untuk mendengarkan langsung keluhan serta usulan terkait kondisi lingkungan pasar. Para pedagang menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung pimpinan kecamatan di tengah kondisi hujan.
> “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Camat yang mau turun langsung ke lapangan. Kehadiran beliau memberikan semangat bagi kami. Semoga drainase pasar bisa segera diperbaiki,” ujar Siti Aminah, salah satu pedagang sayur di Pasar Belik.
Selain fokus pada penanganan genangan air, Camat M. Maksum juga mengingatkan perangkat desa di sekitar wilayah pasar agar siaga terhadap potensi banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan di Kecamatan Belik beberapa hari terakhir cukup tinggi.
> “Kami sudah menginstruksikan kepada para kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah rawan genangan harus dipantau, dan jika diperlukan, lakukan gotong royong pembersihan saluran air agar air tidak meluap ke permukiman warga,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan sore itu, kondisi air di sekitar Pasar Belik mulai surut menjelang petang. Aktivitas perdagangan berangsur normal, dan warga kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Pemerintah kecamatan memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi pasar selama musim hujan berlangsung.
Kunjungan langsung Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP., M.M., menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan dan keselamatan masyarakat. Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik antara pihak kecamatan, desa, serta instansi terkait, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang

