Kegiatan

Desk Pengisian Data Stunting Melalui Web Aksi Bangda Digelar di Bappeda Pemalang

Desk Pengisian Data Stunting Melalui Web Aksi Bangda Digelar di Bappeda Pemalang

Rabu, 12 November 2025— Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan desk pengisian data stunting melalui Web Aksi Bangda. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappeda dan diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, kecamatan, serta operator desa yang terlibat dalam pemutakhiran data stunting.

Dalam kegiatan ini, Camat Belik diwakili oleh Kasi PMD, Nur Dwi Puji yanto, S.K.M., M.Si, yang turut hadir untuk memastikan proses validasi data di tingkat kecamatan berjalan sesuai pedoman. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Belik dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pemalang.

Penguatan Validasi Data sebagai Kunci Intervensi

Kegiatan desk ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh data stunting terisi lengkap, akurat, dan sesuai dengan ketentuan sistem Web Aksi Bangda, sebuah platform resmi yang digunakan untuk memantau indikator kinerja penanganan stunting di seluruh daerah.

Menurut penjelasan panitia, kegiatan ini menjadi momentum bagi setiap kecamatan untuk melakukan pengecekan akhir terhadap data yang telah dikumpulkan dari desa dan kelurahan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan intervensi pemerintah dalam menurunkan angka stunting.

Dalam wawancaranya, Nur Dwi Puji yanto menegaskan pentingnya kesesuaian antara data lapangan dan data yang diinput ke dalam sistem. “Kami hadir untuk memastikan bahwa data stunting dari Kecamatan Belik benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengisian harus dilakukan secara teliti dan tidak boleh ada selisih antara laporan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa data stunting merupakan indikator krusial dalam mengevaluasi efektivitas program pembangunan manusia. Menurutnya, akurasi data bukan hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat desa secara langsung.

Pendampingan Teknis dari Bappeda

Selama kegiatan berlangsung, tim dari Bappeda memberikan pendampingan teknis mengenai cara pengisian data, klasifikasi indikator, dan tata cara unggah dokumen pendukung. Pendampingan ini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan input dan memastikan seluruh operator paham alur kerja Web Aksi Bangda.

Salah satu narasumber dari Bappeda menjelaskan bahwa tata kelola data yang baik akan mempengaruhi keberhasilan strategi penanganan stunting. Ia menyampaikan bahwa “Aksi Bangda bukan sekadar alat pelaporan, melainkan platform evaluasi yang membantu pemerintah daerah mengukur capaian aksi konvergensi stunting. Karena itu, kualitas data harus menjadi prioritas.”

Pihak Bappeda juga menekankan bahwa desk pengisian data seperti ini merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang batas waktu pengunggahan data di tingkat nasional. Dengan demikian, permasalahan teknis yang muncul dapat segera diselesaikan secara bersama-sama.

Komitmen Kecamatan Belik dalam Percepatan Penurunan Stunting

Kehadiran Kasi PMD Kecamatan Belik pada kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah kecamatan dalam mendukung upaya penurunan stunting. Nur Dwi Puji yanto menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan, mulai dari layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga program pangan.

Ia menegaskan, “Penanganan stunting bukan tugas satu instansi saja, tetapi kolaborasi banyak pihak. Data yang baik akan memudahkan perencanaan program yang tepat sasaran bagi keluarga berisiko.”

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kecamatan siap memberikan bimbingan kepada desa apabila ditemukan kendala penginputan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat administrasi desa dalam menyajikan data stunting yang sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.

Harapan terhadap Penguatan Sistem Data

Kegiatan desk pengisian data stunting ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi pembangunan manusia di Kabupaten Pemalang. Dengan semakin tertibnya proses pengumpulan dan penginputan data, pemerintah daerah akan lebih mudah menentukan kebijakan prioritas dan intervensi langsung bagi keluarga terdampak.

Peserta dari berbagai kecamatan menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai bahwa pendampingan yang diberikan sangat membantu dalam memahami detail teknis sistem Aksi Bangda. Beberapa operator desa juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memberikan kejelasan mengenai dokumentasi yang diperlukan agar input data lebih lengkap.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan keseriusan dalam menanggulangi stunting secara terencana dan terukur. Dengan kolaborasi antara Bappeda, kecamatan, dan desa, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting tahun 2025 dapat tercapai sesuai target nasional maupun daerah