Monitoring Desa Kota Belik, Camat Soroti Genangan Air dan Pengelolaan Sampah Warga


Belik – Pemerintah Kecamatan Belik terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik di wilayahnya. Pada Jum’at, 12/12/2025, Camat Belik Bapak M. Maksum, S.IP., M.M. melaksanakan kegiatan monitoring Desa Kota Belik guna melakukan pemetaan berbagai permasalahan yang ada di tingkat desa. Kegiatan tersebut didampingi oleh Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Belik, Bambang Martono, S.IP., M.M., bersama jajaran Pemerintah Desa Belik.
Monitoring ini difokuskan pada identifikasi persoalan lingkungan yang kerap muncul, terutama banyaknya genangan air saat musim hujan serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan dilakukan dengan meninjau langsung sejumlah titik rawan genangan dan kawasan permukiman warga di Desa Kota Belik.
Camat Belik, M. Maksum, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring desa merupakan langkah awal untuk menyusun solusi yang tepat sasaran. Menurutnya, pemetaan masalah secara langsung di lapangan sangat penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil masyarakat. “Kami ingin melihat langsung permasalahan yang dihadapi warga, terutama genangan air yang sering terjadi saat hujan deras. Hal ini perlu ditangani bersama agar tidak menimbulkan dampak lanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan genangan air tidak hanya berkaitan dengan kondisi drainase, tetapi juga perilaku masyarakat. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan kerap menyumbat saluran air. Oleh karena itu, Camat Belik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat. “Kesadaran warga dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi kunci utama untuk mengurangi genangan air,” kata M. Maksum.
Senada dengan Camat Belik, Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, menjelaskan bahwa peran pemerintah desa sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan berdampak langsung pada ketertiban dan kenyamanan warga. “Kami dari Trantib mendorong agar desa aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Bambang Martono juga menyampaikan bahwa hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah tindak lanjut. Secara tidak langsung, ia menegaskan bahwa penanganan permasalahan lingkungan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyusun rencana penanganan yang berkelanjutan.
Kepala Desa Belik, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyambut baik monitoring yang dilakukan oleh Camat Belik beserta jajaran. Ia berharap hasil pemetaan permasalahan ini dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan desa ke depan. Menurutnya, dukungan dari kecamatan sangat dibutuhkan untuk memperkuat program desa, khususnya di bidang lingkungan hidup.
Selain meninjau kondisi drainase, rombongan juga berdialog dengan warga setempat untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan secara langsung. Warga mengeluhkan genangan air yang kerap menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat curah hujan tinggi. Beberapa warga juga mengakui bahwa masih diperlukan peningkatan kesadaran bersama dalam pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan monitoring desa ini, Pemerintah Kecamatan Belik berharap dapat meningkatkan sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Camat Belik menegaskan bahwa keberhasilan penanganan masalah lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Kami berharap ke depan Desa Kota Belik dapat menjadi desa yang lebih bersih, tertib, dan nyaman untuk seluruh warganya,” pungkasnya.
Kegiatan monitoring pada Jum’at, 12/12/2025 ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kecamatan Belik dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan tertata.

