Camat Belik Tinjau Lokasi Program 300.000 Jembatan Merah Putih di Desa Mendelem.


Pemalang, Selasa, 14 April 2026 — Camat Belik, Slamet Edi Rianto, SE, MM, didampingi Kasi Trantib Bambang Martono, S.IP., M.M., bersama Babinsa serta Kepala Desa Mendelem dan perangkat desa, melaksanakan peninjauan lokasi rencana pembangunan dalam program nasional 300.000 Jembatan Merah Putih. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karanganyar, Dukuh Celeleng, Desa Mendelem, Kecamatan Belik.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur desa yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program 300.000 Jembatan Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat akses transportasi di wilayah pedesaan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Belik Slamet Edi Rianto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di Desa Mendelem sangat penting mengingat kondisi geografis wilayah yang membutuhkan akses penghubung yang memadai. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana.
“Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi sekaligus melihat secara langsung kondisi di lapangan. Kami berharap pembangunan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi,” ujar Slamet dalam kutipan langsungnya.
Selain itu, ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen akan mempercepat realisasi proyek dan memastikan hasilnya tepat sasaran.
Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, turut menekankan pentingnya aspek keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung. Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan seperti Babinsa, akan terus dilakukan guna menjaga kondusivitas di lokasi proyek.
Sementara itu, Kepala Desa Mendelem menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan baru nantinya akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar.
“Selama ini warga harus menempuh jalur yang cukup jauh dan sulit. Dengan adanya jembatan ini, tentu akan sangat mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan tidak langsung yang disampaikan kepada tim peninjau.
Babinsa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memastikan kesiapan dukungan dari unsur TNI dalam mengawal proses pembangunan. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap membantu dalam pengamanan maupun koordinasi di lapangan demi kelancaran program.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa lokasi di Dusun Karanganyar Dukuh Celeleng memiliki potensi strategis untuk pembangunan jembatan karena menjadi jalur penghubung utama antarwilayah desa. Namun demikian, beberapa hal teknis seperti kondisi tanah dan akses menuju lokasi masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pihak terkait.
Program 300.000 Jembatan Merah Putih sendiri diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala infrastruktur yang selama ini dihadapi masyarakat pedesaan. Selain meningkatkan aksesibilitas, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan adanya peninjauan langsung oleh Camat Belik beserta jajaran, diharapkan proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan jembatan di Desa Mendelem dapat berjalan lancar dan sesuai target. Pemerintah Kecamatan Belik berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta merata, sejalan dengan visi pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan terhubung

