BeritaKegiatan

Rumah Warga Jurang Jero Tertimpa Pohon Roboh Akibat Angin Kencang.

Tidak Ada Korban Jiwa
Belik, 1 Mei 2026 — Peristiwa angin kencang kembali terjadi di wilayah Kecamatan Belik pada Sabtu (1/5/2026). Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Dusun Jurang Jero RT 04/RW 04, Desa Badak, mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Rumah milik Windian Jarotin menjadi korban dalam kejadian tersebut. Pohon berukuran besar yang berada tidak jauh dari rumahnya roboh akibat terjangan angin kencang yang terjadi sejak pagi hari. Bagian depan rumah mengalami kerusakan karena tertimpa batang pohon, sehingga mengganggu struktur bangunan.
Menurut keterangan warga sekitar, angin kencang mulai terjadi sejak pagi dengan intensitas yang cukup kuat. “Anginnya sangat kencang, tiba-tiba terdengar suara pohon patah lalu roboh menimpa rumah Pak Windian,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar. Beberapa warga segera memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasi bagian pohon yang menimpa rumah korban.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Saat peristiwa terjadi, penghuni rumah berada di bagian dalam yang relatif aman dari area tertimpa pohon. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami semua selamat, meskipun bagian depan rumah rusak cukup parah,” ujar Windian Jarotin dalam keterangannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi begitu cepat sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang berada di bagian depan rumah. Kerusakan meliputi atap, teras, serta beberapa bagian dinding yang terdampak langsung oleh batang pohon.
Secara tidak langsung, warga sekitar juga turut merasakan dampak dari kejadian ini. Beberapa di antaranya mengaku khawatir dengan potensi pohon-pohon besar lain yang berada di sekitar permukiman. Mereka berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan pemangkasan pohon yang berisiko tumbang.
Sementara itu, perangkat desa setempat segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Mereka melakukan pendataan awal terhadap kerusakan yang terjadi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan lebih lanjut.
Dalam keterangannya, salah satu perangkat desa menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengupayakan bantuan bagi korban terdampak. “Kami sudah melakukan pendataan dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu perbaikan rumah yang terdampak,” ujarnya.
Selain itu, warga bersama aparat setempat juga bergotong royong membersihkan sisa-sisa pohon yang masih menimpa rumah. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan alat seadanya, mengingat akses alat berat yang terbatas di lokasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang. Kondisi geografis yang banyak ditumbuhi pohon besar di sekitar permukiman menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diantisipasi.
Secara umum, kejadian rumah tertimpa pohon roboh akibat angin kencang di Desa Badak ini menambah daftar peristiwa bencana yang terjadi di wilayah Kecamatan Belik dalam beberapa waktu terakhir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dialami korban cukup signifikan.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan kondisi lingkungan sekitar, khususnya pohon-pohon besar yang berada dekat dengan rumah. Langkah pencegahan seperti pemangkasan atau penebangan pohon yang berpotensi membahayakan dinilai penting guna menghindari kejadian serupa.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat. Kebersamaan dan gotong royong warga dalam membantu korban juga menjadi contoh nyata solidaritas sosial yang tetap terjaga di tengah situasi darurat.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif. Warga berharap adanya bantuan lanjutan untuk mempercepat proses perbaikan rumah agar korban dapat kembali beraktivitas seperti biasa