AgendaKegiatan

Giat Kerja Bakti di Monumen Patung Gatot Subroto dusun Kepetek Desa Belik.

Giat Kerja Bakti di Monumen Patung Gatot Subroto, Forkopimcam dan Sejumlah Organisasi Turut Hadir

Belik, Sabtu, 9 Agustus 2025 – Suasana di Monumen Patung Gatot Subroto, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pagi ini tampak berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan warga bersama berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Keluarga Wong Kito (KWK), organisasi kemasyarakatan, serta instansi lainnya, berkumpul untuk melaksanakan giat kerja bakti.

Acara yang bertujuan membersihkan dan merawat lingkungan sekitar monumen tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Belik, Nur Ajizah, bersama perangkat desanya. Kehadiran para tokoh dan pejabat setempat memberi semangat tersendiri bagi warga yang berpartisipasi.

Kerja Bakti sebagai Wujud Kebersamaan

Kerja bakti ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi lintas unsur di Kecamatan Belik. Menurut Camat Belik, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga warisan sejarah dan memperkuat rasa persatuan.“Monumen Patung Gatot Subroto bukan hanya simbol sejarah, tapi juga kebanggaan kita bersama. Dengan kerja bakti ini, kita ingin menunjukkan bahwa kebersihan dan perawatan lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak,” ujar Camat Belik.

Kegiatan dimulai dengan pengarahan singkat, dilanjutkan pembagian tugas. Sebagian peserta fokus membersihkan area taman dan jalan di sekitar monumen, sementara yang lain melakukan pengecatan ulang pagar dan bangunan penunjang.

Kades Belik Turun Langsung ke Lapangan

Nur Ajizah, Kepala Desa Belik, tampak aktif berbaur dengan warga. Ia memegang sapu dan ikut membersihkan area di sisi utara monumen.

Dalam wawancaranya, Nur Ajizah mengatakan bahwa kehadirannya beserta perangkat desa adalah bentuk dukungan penuh terhadap kerja sama antarunsur masyarakat.“Kami ingin memberi contoh bahwa perangkat desa bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Kerja bakti ini bukti bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan pihak desa akan mendorong agenda serupa secara berkala, tidak hanya di area monumen tetapi juga di titik-titik lain di wilayah Belik.

Partisipasi Beragam Organisasi

Selain Forkopimcam dan jajaran KWK, terlihat pula perwakilan dari Karang Taruna, kelompok tani, dan beberapa instansi pendidikan. Mereka membawa perlengkapan seperti cangkul, sabit, hingga cat dan kuas.

Ketua KWK Kecamatan Belik menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta. Menurutnya, kerja bakti tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.“Kami senang melihat banyak pihak turun tangan. Ini membuktikan bahwa rasa memiliki terhadap Monumen Patung Gatot Subroto masih kuat di hati masyarakat,” ujarnya.

Mengangkat Nilai Sejarah

Monumen Patung Gatot Subroto di Kecamatan Belik dikenal sebagai salah satu landmark yang memiliki nilai sejarah tinggi. Gatot Subroto adalah tokoh nasional yang dikenal atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Keberadaan monumen ini menjadi pengingat akan nilai patriotisme yang harus dijaga lintas generasi.

Menurut salah satu guru sejarah dari SMA Negeri di Belik yang ikut hadir, menjaga monumen sama artinya dengan menjaga memori kolektif bangsa.“Anak-anak harus tahu siapa Gatot Subroto dan apa kontribusinya bagi Indonesia. Kerja bakti ini bisa jadi sarana pembelajaran di luar kelas,” tuturnya.

Dukungan dari Instansi Terkait

Kegiatan ini mendapat dukungan logistik dari beberapa pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang yang menyediakan truk pengangkut sampah. Polsek Belik dan Koramil setempat juga turut membantu pengamanan dan kelancaran acara.

Menurut Danramil Belik, kerja bakti ini adalah momentum yang tepat untuk menguatkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat.“Kebersamaan seperti ini harus terus dipupuk. Kami siap membantu kapan pun diperlukan,” tegasnya.

Harapan ke Depan

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melakukan foto bersama di depan monumen. Raut wajah lelah terlihat, namun terselimuti rasa puas atas hasil kerja yang nyata terlihat.

Camat Belik menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali. Selain menjaga kebersihan, momen ini diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat.

“Kalau kita kompak, semua pekerjaan jadi ringan. Semoga semangat ini tidak hanya berhenti di sini,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya giat kerja bakti pada Sabtu, 9 Agustus 2025 ini, Monumen Patung Gatot Subroto kembali tampak rapi dan asri. Kehadiran berbagai unsur seperti Forkopimcam, jajaran KWK, organisasi kemasyarakatan, instansi terkait, hingga Kepala Desa Belik Nur Ajizah bersama perangkatnya, menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat Kecamatan Belik.