Kegiatan

Kasi Trantib Kecamatan Belik Monitoring dan Beri Arahan Siswa yang Bermain di Jurug Bengkawah

Judul: Kasi Trantib Kecamatan Belik Monitoring dan Beri Arahan Siswa yang Bermain di Jurug Bengkawah Sikasur

Belik, 2 Oktober 2025 – Dalam upaya menjaga ketertiban dan keselamatan pelajar, Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bapak Bambang Martono, S.IP, melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan kepada sejumlah anak sekolah yang kedapatan bermain di area wisata Jurug Bengkawah, Desa Sikasur, di luar jam pelajaran.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 2 Oktober 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Bambang Martono bersama anggota Trantib Kecamatan Belik melakukan patroli rutin di wilayah Desa Sikasur. Mereka menemukan beberapa siswa berseragam sekolah sedang berada di sekitar lokasi wisata Jurug Bengkawah tanpa didampingi guru maupun izin resmi dari pihak sekolah.

“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak meninggalkan sekolah di jam belajar tanpa izin. Apalagi berada di tempat wisata seperti Jurug Bengkawah yang memiliki medan curam dan cukup berisiko jika tidak hati-hati,” ujar Bambang Martono, S.IP saat memberikan pengarahan kepada para siswa di lokasi.

Menurut Bambang, kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas rutin Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib) dalam menjaga keamanan serta kedisiplinan masyarakat, khususnya pelajar. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menindak secara keras, melainkan memberikan edukasi agar anak-anak lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban sekolahnya.

“Kami tidak melarang mereka berwisata atau bermain, tetapi ada waktunya. Saat jam pelajaran, seharusnya mereka berada di sekolah untuk belajar, bukan di tempat wisata,” tambahnya menjelaskan dengan nada tegas namun penuh pembinaan.

Selain memberikan teguran, Kasi Trantib juga melakukan pendekatan persuasif dengan menanyakan alasan para siswa berada di lokasi tersebut. Sebagian mengaku hanya ingin menikmati pemandangan air terjun setelah pelajaran selesai lebih cepat. Namun, Bambang tetap mengingatkan agar mereka meminta izin kepada guru atau orang tua sebelum bepergian ke tempat umum, apalagi lokasi wisata yang memiliki potensi bahaya.

Kegiatan monitoring ini mendapat apresiasi dari pemerintah Desa Sikasur. Kepala Desa Sikasur, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan terima kasih atas perhatian pihak kecamatan terhadap perilaku anak-anak sekolah di wilayahnya.

“Kami sangat mendukung langkah Kasi Trantib Belik yang turun langsung ke lapangan. Pembinaan seperti ini penting agar anak-anak kita tidak salah pergaulan dan tetap fokus pada pendidikan,” ujar Kepala Desa Sikasur dalam pernyataannya.

Selain itu, pihak Trantib Kecamatan Belik juga berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait untuk memberikan pembinaan lanjutan. Mereka berharap pihak sekolah dapat mengingatkan siswa agar tidak keluar tanpa izin dan selalu mematuhi tata tertib sekolah.

Jurug Bengkawah sendiri merupakan salah satu objek wisata alam unggulan di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Dikelilingi tebing tinggi dan aliran sungai yang jernih, tempat ini kerap menjadi destinasi favorit masyarakat, terutama anak muda. Namun, lokasi yang indah ini juga menyimpan potensi bahaya seperti licinnya batu, arus sungai yang deras, dan jalur menurun yang curam.

“Kami ingin memastikan bahwa destinasi wisata ini tetap aman, tertib, dan tidak disalahgunakan. Terutama oleh pelajar yang seharusnya berada di sekolah pada jam belajar,” tegas Bambang Martono.

Langkah monitoring semacam ini akan terus dilakukan secara berkala oleh Trantib Kecamatan Belik. Selain untuk menjaga keamanan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin di kalangan pelajar.

Di akhir kegiatan, Bambang kembali menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam mengawasi kegiatan anak-anak di luar rumah. “Kedisiplinan harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dijaga, dibina, dan diarahkan agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Dengan kegiatan monitoring ini, diharapkan para siswa lebih menyadari pentingnya menempatkan diri di waktu yang tepat serta memahami bahwa keamanan dan ketertiban di wilayah Belik adalah tanggung jawab bersama.