Camat Belik, Bp. M. Maksum, S.IP., M.M., melaksanakan monitoring keadaan Pasar Belik .
Belik –
ada Jum’at, 12 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kecamatan terhadap kondisi sarana prasarana pasar tradisional sekaligus mendengar langsung keluhan para pedagang. Dalam monitoring tersebut, Camat Belik menanggapi sejumlah keluhan pedagang, khususnya terkait kebocoran atap pasar yang dinilai sudah muai dan keropos.
Monitoring dimulai sejak pagi hari dengan menyusuri beberapa los dan kios pasar. Camat Belik berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi terkini aktivitas jual beli serta kendala yang dihadapi. Salah satu permasalahan utama yang disampaikan pedagang adalah kondisi atap pasar yang sering bocor saat hujan, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan berdagang.
“Kami sangat mengeluhkan atap pasar yang bocor, Pak Camat. Kalau hujan, air menetes ke lapak kami dan kadang mengenai barang dagangan,” ujar salah seorang pedagang sembako saat menyampaikan aspirasinya secara langsung. Menurut pedagang, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut, Camat Belik, Bp. M. Maksum, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa keluhan pedagang akan menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Ia menilai pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang harus dijaga kenyamanan dan kelayakannya. “Pasar Belik adalah denyut nadi perekonomian masyarakat. Keluhan terkait atap yang bocor ini tentu tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” tegasnya.
Secara tidak langsung, Camat Belik juga menjelaskan bahwa hasil monitoring akan segera dilaporkan kepada pihak terkait di tingkat kabupaten. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pengelola pasar, dan dinas teknis agar permasalahan infrastruktur pasar dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya, kondisi atap yang muai dan keropos berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung pasar.
“Kami akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap titik-titik atap yang mengalami kebocoran. Selanjutnya, laporan ini akan kami sampaikan agar bisa diusulkan perbaikan atau rehabilitasi sesuai mekanisme yang ada,” ungkap Camat Belik saat ditemui di sela-sela monitoring.
Selain meninjau atap pasar, Camat Belik juga mengamati kebersihan lingkungan pasar dan kelancaran aktivitas perdagangan. Ia mengimbau kepada pedagang untuk tetap menjaga kebersihan lapak masing-masing agar pasar tetap nyaman bagi pembeli. Menurutnya, kebersihan dan keamanan pasar merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan para pedagang.
Para pedagang menyambut baik kehadiran Camat Belik yang turun langsung ke lapangan. Mereka berharap monitoring ini tidak hanya sebatas kunjungan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata. “Kami senang Pak Camat mau mendengar langsung keluhan kami. Harapannya, atap pasar bisa segera diperbaiki supaya kami bisa berdagang dengan tenang,” kata pedagang lainnya.
Monitoring keadaan Pasar Belik ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kecamatan Belik dalam meningkatkan pelayanan publik dan mendukung perekonomian rakyat. Dengan mendengar aspirasi secara langsung, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Camat Belik kembali menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus hadir di tengah masyarakat. Ia berharap Pasar Belik dapat menjadi pasar yang aman, nyaman, dan layak sebagai pusat perdagangan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan masyarakat sekitar.

