Camat Belik Kunjungi UMKM Olahan Selai Nanas “OnaSlai” di Dukuh Rimpak Desa Belik.


Belik, Selasa 2 Desember 2025 — Upaya penguatan ekonomi kerakyatan terus menjadi fokus Pemerintah Kecamatan Belik. Pada Selasa (2/12/2025), Camat Belik Bapak M. Maksum, S.IP., M.M melakukan kunjungan kerja ke salah satu pelaku UMKM unggulan di wilayahnya, yaitu UMKM olahan selai nanas “OnaSlai” yang berlokasi di Dukuh Rimpak, Desa Belik. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal, khususnya sektor pengolahan nanas madu yang menjadi produk unggulan kecamatan tersebut.
Kedatangan Camat Belik disambut hangat oleh pemilik UMKM OnaSlai beserta para pekerja rumahan yang terlibat dalam proses produksi. Dalam kunjungan tersebut, Camat Maksum meninjau langsung alur produksi selai nanas mulai dari pemilahan buah, proses pemasakan, pengemasan, hingga pemasaran. Ia menyampaikan apresiasi atas inovasi UMKM ini dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Potensi nanas madu Belik ini luar biasa, dan UMKM seperti OnaSlai mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi. Pemerintah kecamatan tentu mendukung penuh upaya seperti ini,” ujar Camat Maksum dalam keterangannya saat meninjau tempat produksi. Menurutnya, keberadaan UMKM berbasis pengolahan nanas madu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik bagi pelaku usaha maupun petani nanas di sekitar wilayah Belik.
Melalui kunjungan tersebut, Camat juga ingin memastikan bahwa pelaku UMKM mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah, baik dalam hal perizinan, pengemasan, pemasaran digital, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan agar UMKM dapat berkembang lebih optimal.
Pemilik UMKM OnaSlai, dalam kesempatan itu, menjelaskan sejarah dan perkembangan usahanya. Ia mengungkapkan bahwa awal mula usaha ini berangkat dari keinginan untuk memanfaatkan nanas madu yang melimpah di Desa Belik. “Kami ingin menghadirkan produk olahan nanas yang berbeda, tidak hanya bentuk potong segar tetapi juga olahan yang tahan lama dan memiliki rasa khas. Dari situlah lahir merek ‘OnaSlai’,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah kecamatan. “Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk,” katanya.
Dalam tinjauannya, Camat Maksum juga memberikan beberapa masukan terkait pengemasan dan strategi pemasaran berbasis digital. Ia menekankan bahwa dalam era digital saat ini, promosi melalui media sosial dan marketplace menjadi kunci penting untuk memperluas jangkauan pasar. Camat juga mendorong UMKM agar berkolaborasi dengan lembaga pendamping seperti PNM Mekaar dan dinas terkait untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.
Selain itu, Camat Belik turut menyoroti pentingnya menjaga kualitas dan higienitas produk. Ia menyebut, “UMKM yang ingin berkembang harus menjaga kualitas produk dan mengikuti standar produksi yang baik. Dengan begitu, kepercayaan konsumen semakin meningkat.” Pemerintah Kecamatan Belik, tambahnya, siap memfasilitasi pelatihan apabila dibutuhkan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda pembinaan UMKM di Kecamatan Belik yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. Program pembinaan difokuskan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil, khususnya UMKM berbasis komoditas unggulan daerah. Nanas madu Belik sebagai ikon daerah menjadi prioritas utama dalam upaya pengembangan produk turunan seperti selai, keripik, dodol, dan berbagai produk olahan lainnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah kecamatan, diharapkan UMKM OnaSlai dapat memperluas pemasaran, meningkatkan produksi, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal. Kunjungan Camat Belik ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.
Sebagai penutup, Camat Maksum menyampaikan harapan besarnya terhadap pertumbuhan UMKM desa. “Kami ingin UMKM di Belik terus bertumbuh dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional. Pemerintah akan selalu hadir untuk mendampingi,” ujarnya sebelum mengakhiri kunjungan.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dengan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya pengembangan produk olahan nanas madu yang menjadi kebanggaan Kecamatan Belik

