Kegiatan

Sosialisasi Pelaksanaan KKN Unsoed Periode Juli–Agustus 2026 di Pendopo Kecamatan Belik.

Camat Belik Hadiri Pemalang – Camat Belik, Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Belik, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat desa. Acara sosialisasi dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, perangkat desa, serta perwakilan mahasiswa dan pihak kampus Unsoed. Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai persiapan pelaksanaan program KKN yang nantinya akan ditempatkan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Belik. Dalam sambutannya, Camat Belik Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M menyampaikan apresiasi kepada pihak Universitas Jenderal Soedirman yang kembali memilih Kecamatan Belik sebagai lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa tahun 2026. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan potensi desa. “Kami menyambut baik kegiatan KKN Unsoed periode Juli–Agustus 2026 ini. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memberikan edukasi dan inovasi yang bermanfaat bagi desa,” ujar Slamet Edy Riyanto dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap mendukung kelancaran pelaksanaan KKN agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan optimal. Selain itu, Camat Belik berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta menjaga etika selama menjalankan tugas pengabdian. Secara tidak langsung, Camat Belik juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat agar kegiatan KKN tidak hanya menjadi program akademik semata, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pembangunan desa. “Kami berharap mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” tambahnya. Sementara itu, pihak Universitas Jenderal Soedirman dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa program KKN tahun 2026 akan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Mahasiswa nantinya akan diterjunkan ke beberapa desa untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi forum diskusi antara pihak kampus dan pemerintah desa terkait teknis pelaksanaan KKN. Beberapa kepala desa menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat membantu promosi potensi wisata, pengembangan UMKM, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat. Selain itu, para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan mengenai pola koordinasi, penempatan mahasiswa, hingga pelaksanaan program kerja di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya semangat bersama dalam mendukung suksesnya pelaksanaan KKN Unsoed di Kecamatan Belik. Program KKN sendiri dinilai memiliki manfaat besar, tidak hanya bagi mahasiswa sebagai sarana pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membawa ide-ide kreatif serta inovasi yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan adanya sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat memahami peran masing-masing sehingga pelaksanaan KKN Unsoed periode Juli–Agustus 2026 di Kecamatan Belik berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kegiatan ditutup dengan koordinasi lanjutan antara pihak kecamatan, pemerintah desa, dan perwakilan Universitas Jenderal Soedirman terkait persiapan teknis menjelang penerjunan mahasiswa KKN pada pertengahan tahun 2026 mendatang