Kegiatan

Camat Belik Monitoring Lonjakan Harga di Pasar Hewan Desa Belik Jelang Idul Adha 2026

Belik, Pemalang – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Desa Belik, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan signifikan. Untuk memastikan kondisi pasar tetap aman dan stabil, Camat Belik Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M melakukan monitoring langsung terhadap lonjakan harga hewan ternak pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Camat Belik didampingi oleh Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, S.IP., M.M. Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga sapi, kambing, dan domba yang mulai mengalami kenaikan menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pasar hewan Desa Belik dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang maupun daerah sekitar. Kenaikan permintaan hewan kurban membuat harga ternak mengalami lonjakan dibandingkan bulan sebelumnya. Camat Belik, Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M mengatakan bahwa monitoring dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk memastikan stabilitas pasar serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pedagang. “Kami ingin memastikan kondisi pasar tetap kondusif, aman, dan harga hewan ternak masih dalam batas wajar menjelang Idul Adha 2026,” ujar Slamet Edy Riyanto saat ditemui di sela kegiatan monitoring. Ia menjelaskan, momentum Idul Adha selalu berdampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban. Oleh sebab itu, pemerintah kecamatan terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi permainan harga yang merugikan masyarakat. Selain memantau harga, pihak kecamatan juga memperhatikan kondisi kesehatan hewan yang diperjualbelikan di pasar. Hal ini penting untuk menjaga kualitas hewan kurban yang nantinya akan dibeli masyarakat. Menurut Bambang Martono, S.IP., M.M selaku Kasi Trantib Kecamatan Belik, situasi pasar hewan masih berjalan tertib dan aman meskipun jumlah pengunjung meningkat tajam. “Kami bersama petugas melakukan pemantauan agar aktivitas jual beli berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban,” ungkap Bambang Martono. Beberapa pedagang mengaku harga sapi mengalami kenaikan antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor dibandingkan hari biasa. Sementara harga kambing juga naik seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban. Salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Desa Belik mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi karena tingginya permintaan menjelang Idul Adha. Selain itu, biaya perawatan dan pakan ternak juga ikut mempengaruhi harga jual. “Kalau mendekati Idul Adha memang permintaan naik terus. Harga sapi sekarang juga ikut naik karena biaya perawatan ternak cukup tinggi,” ujar seorang pedagang. Tidak hanya pedagang, para pembeli juga mulai ramai berburu hewan kurban dengan kualitas terbaik. Mereka berharap dapat memperoleh hewan yang sehat dengan harga yang masih terjangkau. Monitoring yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Belik mendapat apresiasi dari masyarakat dan pedagang pasar. Kehadiran pemerintah dinilai mampu memberikan rasa nyaman sekaligus mengawasi stabilitas harga di lapangan. Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengimbau kepada pedagang agar tetap menjaga kebersihan lingkungan pasar serta memperhatikan kesehatan hewan ternak. Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan pasar hewan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat. Menjelang Idul Adha 2026, Pasar Hewan Desa Belik diperkirakan akan semakin ramai dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah Kecamatan Belik berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan pengawasan demi menjaga kestabilan harga serta ketertiban pasar. Dengan adanya pemantauan langsung dari Camat Belik bersama jajaran terkait, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan memperoleh hewan ternak yang sehat sesuai syariat