Kasi Trantib Bambang Martono Dampingi Camat Belik Hadiri Pelatihan Tata Boga di Desa Bulakan.


Belik, 3 Juli 2026 – Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Belik melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu di antaranya diwujudkan dengan menghadiri kegiatan pelatihan tata boga bagi masyarakat Desa Bulakan yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., hadir didampingi Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, S.IP., M.M. Kehadiran jajaran Pemerintah Kecamatan Belik menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang berorientasi pada pengembangan ekonomi keluarga.
Pelatihan tata boga diikuti oleh masyarakat Desa Bulakan dengan penuh antusias. Para peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan makanan, penyajian yang menarik, hingga peluang usaha kuliner yang memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan mampu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sambutannya, Camat Belik Slamet Edy Riyanto menyampaikan bahwa pelatihan tata boga merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan peserta, tetapi juga mampu melahirkan pelaku usaha kuliner baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian Desa Bulakan,” ujar Slamet Edy Riyanto.
Menurutnya, sektor kuliner memiliki peluang yang sangat besar apabila dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah terus mendukung berbagai kegiatan pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Belik, Bambang Martono, S.IP., M.M., mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas masyarakat melalui pengembangan keterampilan.
Ia menuturkan bahwa pelatihan seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Menurut Bambang Martono, ketika masyarakat memiliki kemampuan mengolah produk makanan yang bernilai jual, maka peluang menciptakan lapangan kerja baru juga semakin terbuka.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bulakan,” kata Bambang Martono.
Peserta pelatihan tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh narasumber. Selain praktik memasak, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pengemasan produk, menjaga kualitas makanan, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan era digital.
Kegiatan pelatihan tata boga ini juga menjadi ajang mempererat sinergi antara Pemerintah Kecamatan Belik, Pemerintah Desa Bulakan, serta masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri dan produktif. Dukungan dari pemerintah diharapkan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Secara tidak langsung, Camat Belik juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap program-program pemberdayaan masyarakat yang memiliki dampak nyata bagi peningkatan ekonomi warga. Program pelatihan keterampilan dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Belik berharap akan lahir berbagai produk kuliner khas Desa Bulakan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, keberhasilan pelaku usaha kuliner juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal.
Pelatihan tata boga di Desa Bulakan menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kecamatan Belik dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, program pemberdayaan seperti ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ekonomi desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan

