Kegiatan

Ruwat Bumi Desa Kalisaleh Meriah dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk.


Kalisaleh, 23 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, menggelar tradisi Ruwat Bumi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sesaji Raja Sunya”.
Dalam kegiatan tersebut, Kasi Trantib Kecamatan Belik mendampingi Camat Belik, Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., untuk menghadiri rangkaian acara Ruwat Bumi Desa Kalisaleh. Kehadiran jajaran Kecamatan Belik mendapat sambutan baik dari Kepala Desa Kalisaleh, Bapak Bejo Utomo, beserta perangkat desa.
Ruwat Bumi merupakan salah satu tradisi masyarakat Desa Kalisaleh yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rezeki dan keselamatan yang telah diberikan kepada masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, makmur, dan sejahtera.
Kepala Desa Kalisaleh Bejo Utomo beserta perangkat desa menyambut baik kehadiran Camat Belik dan jajaran dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah kecamatan dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya serta kegiatan masyarakat di tingkat desa.
“Ruwat Bumi merupakan tradisi yang terus kami jaga dan lestarikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap Desa Kalisaleh senantiasa diberikan keberkahan, kemakmuran, keselamatan, serta kehidupan masyarakat yang semakin harmonis,” ujar Bejo Utomo.
Selain sebagai kegiatan budaya dan tradisi masyarakat, Ruwat Bumi Desa Kalisaleh juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi. Pelaksanaan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan para pedagang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Berbagai usaha masyarakat dapat ikut berkembang karena adanya keramaian warga yang datang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi pedagang makanan, minuman, serta berbagai produk usaha masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Pemerintah Kecamatan Belik memberikan perhatian terhadap kegiatan masyarakat yang memiliki nilai budaya sekaligus mampu menggerakkan perekonomian desa. Pelestarian tradisi lokal dinilai penting agar nilai-nilai budaya tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sesaji Raja Sunya” menjadi salah satu acara utama dalam Ruwat Bumi Desa Kalisaleh. Pertunjukan seni tradisional tersebut mendapat antusiasme masyarakat yang hadir untuk menikmati hiburan sekaligus mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Kegiatan Ruwat Bumi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta seluruh warga Desa Kalisaleh. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat terus terjaga dalam berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan.
Secara umum, pelaksanaan Ruwat Bumi Desa Kalisaleh pada Minggu, 23 Agustus 2026, berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian tradisi lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas UMKM dan pedagang.
Dengan tetap mempertahankan tradisi Ruwat Bumi, masyarakat Desa Kalisaleh menunjukkan bahwa budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Tradisi tersebut diharapkan menjadi warisan budaya yang terus dijaga serta memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, budaya, maupun ekonomi