Haul Akbar Syeh Abdul Qodir Al Jailani dan Harlah jamiyah manaqib di desa Bulakan.
CAMAT BELIK HADIRI 

Belik, 2 Oktober 2025 – Pada Kamis malam, 2 Oktober 2025, Camat Belik Bapak M. Maksum, S.IP menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara Haul Akbar Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yang dirangkaikan dengan Harlah Jam’iyah Manaqib ke-6 di Dusun Sawangan, Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Kegiatan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat, penuh makna, dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Bulakan, Bapak Pujiono, S.Hut, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah dan masyarakat memperlihatkan sinergi yang kuat antara unsur pemerintahan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan Kecamatan Belik.
Dalam sambutannya, Camat Belik Bapak M. Maksum, S.IP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan masyarakat Desa Bulakan yang telah berupaya menggelar Haul Akbar dan Harlah Jam’iyah Manaqib ke-6 ini dengan penuh semangat dan kekompakan,” ujar beliau di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya sebagai ajang memperingati sosok ulama besar Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Haul bukan sekadar seremonial, namun juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia dan perjuangan beliau dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” imbuhnya.
Acara Haul Akbar dan Harlah Jam’iyah Manaqib ke-6 tersebut diawali dengan pembacaan tahlil dan manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dilanjutkan dengan tausiyah agama oleh beberapa ulama setempat. Suasana religius terasa kental ketika para jamaah larut dalam lantunan dzikir dan doa bersama.
Kepala Desa Bulakan, Bapak Pujiono, S.Hut, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur atas dukungan masyarakat yang luar biasa, sehingga acara dapat berjalan lancar dan tertib. Kehadiran Bapak Camat menjadi bentuk dukungan moral bagi kami untuk terus menjaga tradisi keagamaan yang penuh nilai luhur,” ungkapnya.
Selain memberikan sambutan, Camat Belik juga berkesempatan berbincang dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Belik selalu mendukung kegiatan keagamaan yang berorientasi pada pembinaan mental spiritual masyarakat. “Kami percaya bahwa kegiatan seperti ini mampu memperkuat karakter dan moral masyarakat, terutama generasi muda agar senantiasa berpegang pada nilai-nilai keislaman,” katanya dalam pernyataan tidak langsung kepada wartawan.
Salah satu tokoh agama Desa Bulakan, KH. Ahmad Fauzi, juga memberikan pandangan tentang pentingnya haul dan harlah dalam menjaga semangat keagamaan masyarakat. “Haul dan Harlah Jam’iyah Manaqib bukan hanya kegiatan ritual, tetapi wadah untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran tasawuf dan meneladani kehidupan para wali,” ujarnya.
Acara yang berlangsung hingga larut malam itu berjalan dengan baik dan lancar. Panitia pelaksana memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Para jamaah terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Menutup sambutannya, Camat Belik, Bapak M. Maksum, S.IP, mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. “Mari kita jadikan momen Haul Akbar dan Harlah Jam’iyah Manaqib ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh semangat gotong royong di Kecamatan Belik,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya Haul Akbar Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dan Harlah Jam’iyah Manaqib ke-6 di Dusun Sawangan, Desa Bulakan, Kecamatan Belik, masyarakat diharapkan semakin memperdalam keimanan dan memperkuat nilai-nilai sosial religius dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat menciptakan harmoni sosial serta memperkuat spiritualitas masyarakat Belik menuju kehidupan yang lebih religius dan berkeadaban

