Camat Belik Hadir dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Rancangan APBD 2026 .
Camat Belik Hadir dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Rancangan APBD 2026 di Aula Sasana Bhakti Praja Pemalang
Pemalang, Rabu 5 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 di Aula Sasana Bhakti Praja, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, termasuk Bapak Camat Belik, yang turut serta dalam pembahasan penting tersebut.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026 berjalan sesuai dengan visi dan misi Bupati Pemalang. Hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat eselon, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Pemalang, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Pembahasan Fokus pada Efisiensi dan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan APBD 2026 harus mengutamakan efisiensi, efektivitas, dan transparansi. Ia menegaskan bahwa seluruh program dan kegiatan harus benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip efisiensi dan akuntabilitas harus menjadi dasar dalam penyusunan anggaran tahun 2026,” ujar Sekda dalam arahannya.
Sementara itu, Bapak Camat Belik yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pembangunan yang berpihak pada masyarakat di wilayah Kecamatan Belik. Ia menilai rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi antar tingkatan pemerintahan. “Rapat ini memberikan ruang bagi kami d gci kecamatan untuk menyampaikan kebutuhan dan prioritas pembangunan di wilayah. Dengan adanya koordinasi seperti ini, kami berharap program daerah dapat lebih tepat sasaran,” ungkap Camat Belik usai rapat.
Prioritas Pembangunan Wilayah
Lebih lanjut, Camat Belik menjelaskan bahwa wilayah Belik memiliki sejumlah prioritas pembangunan yang akan diusulkan dalam Rancangan APBD 2026, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar desa, peningkatan pelayanan publik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Belik memiliki potensi pertanian dan wisata alam yang cukup besar. Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dapat mempercepat pengembangan potensi tersebut,” tuturnya.
Dalam rapat tersebut, para peserta juga membahas arah kebijakan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Bappeda Kabupaten Pemalang menyoroti bahwa penyusunan APBD harus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mempertimbangkan tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
Keterlibatan Semua Pihak
Selain membahas aspek teknis penyusunan APBD, rapat juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) sebagai wadah aspirasi warga.
Kepala Bappeda Pemalang menyampaikan bahwa partisipasi publik menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Usulan dari masyarakat di tingkat desa dan kecamatan sangat menentukan arah kebijakan yang kita ambil. Karena itu, partisipasi aktif semua pihak sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Sinergi Menuju Pemalang Maju dan Berdaya Saing
Kegiatan rapat koordinasi pembahasan Rancangan APBD 2026 di Aula Sasana Bhakti Praja Pemalang berjalan dengan lancar dan produktif. Setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan sesuai bidang tugasnya.
Camat Belik berharap hasil dari rapat ini dapat menjadi pijakan bagi terciptanya pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang, termasuk Kecamatan Belik.

“Kami akan terus berupaya menjaga sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan kabupaten agar seluruh program berjalan efektif. Semoga APBD 2026 nanti benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepahaman antar perangkat daerah sebagai langkah awal menuju proses finalisasi Rancangan APBD 2026. Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan prinsip transparansi, partisipatif, dan akuntabel dalam setiap tahapan penyusunan anggaran.

