Kegiatan

Camat Belik Cek Pembuatan Gunungan Nanas di Dukuh Bulu Desa Belik untuk Festival Hari Jadi Pemalang ke-451.

Camat Belik Cek Pembuatan Gunungan Nanas di Dukuh Bulu Desa Belik untuk Festival Hari Jadi Pemalang ke-451
Belik – Camat Belik Bapak Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., melakukan pengecekan langsung pembuatan gunungan nanas di Dukuh (DK) Bulu, Desa Belik, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan gunungan nanas yang akan ditampilkan pada festival peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 tahun. Gunungan nanas tersebut menjadi salah satu ikon partisipasi Kecamatan Belik dalam memeriahkan agenda tahunan Kabupaten Pemalang.
Kedatangan Camat Belik disambut oleh Kades belik ibu Nur Ajizah n beserta perangkat Desa Belik serta warga yang terlibat langsung dalam proses pembuatan gunungan nanas. Di lokasi, terlihat aktivitas warga yang sedang menyusun nanas secara rapi dan artistik membentuk gunungan. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak begitu kuat, mencerminkan antusiasme masyarakat Desa Belik dalam menyukseskan peringatan hari jadi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Slamet Edy Riyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif. “Saya sangat mengapresiasi semangat masyarakat Desa Belik, khususnya warga DK Bulu, yang dengan penuh keikhlasan dan kreativitas menyiapkan gunungan nanas ini. Ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap daerah dan wujud kebanggaan terhadap potensi lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa gunungan nanas bukan hanya sekadar hiasan festival, tetapi memiliki makna simbolis sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi serta kekayaan pertanian yang dimiliki Kecamatan Belik. Menurutnya, Kecamatan Belik dikenal sebagai salah satu penghasil nanas yang berkualitas, sehingga sangat tepat jika komoditas tersebut dijadikan ikon dalam peringatan Hari Jadi Pemalang ke-451.
Secara tidak langsung, Camat Belik menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pembuatan gunungan nanas menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan warga. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mempromosikan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas yang hadir dalam festival nantinya.
Dalam pengecekan tersebut, Camat Belik juga memberikan beberapa masukan terkait kerapian, kekuatan konstruksi, dan estetika gunungan. Hal ini dilakukan agar gunungan nanas dapat tampil maksimal saat dipamerkan di lokasi festival. Ia menekankan bahwa selain nilai budaya, aspek keamanan dan keindahan juga harus menjadi perhatian utama.
“Gunungan ini akan menjadi perhatian banyak orang, jadi harus disiapkan sebaik mungkin. Kerapian, kekuatan, dan keindahan harus seimbang agar hasilnya memuaskan,” kata Slamet Edy Riyanto.
Salah satu warga yang terlibat dalam pembuatan gunungan nanas menyampaikan rasa bangganya karena dapat ikut berpartisipasi. “Kami merasa senang dan bangga bisa terlibat langsung. Ini bukan hanya tentang festival, tetapi juga tentang menunjukkan identitas Desa Belik sebagai daerah penghasil nanas,” tuturnya.
Sementara itu, perangkat Desa Belik secara tidak langsung menyampaikan bahwa persiapan gunungan nanas telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Prosesnya melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pemuda, hingga ibu-ibu PKK. Semua bekerja sama mengumpulkan nanas, menyeleksi kualitas buah, hingga menyusunnya menjadi bentuk gunungan yang menarik dan kokoh.
Menurut salah satu perangkat desa, pembuatan gunungan nanas ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya melestarikan tradisi dan mencintai produk lokal. “Anak-anak muda kami libatkan agar mereka tahu bahwa budaya dan potensi desa harus dijaga dan dibanggakan,” ungkapnya.
Camat Belik juga menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum Hari Jadi Pemalang ke-451 sebagai ajang promosi potensi daerah. Ia menjelaskan bahwa festival bukan hanya hiburan semata, tetapi juga media strategis untuk memperkenalkan hasil pertanian, kerajinan, dan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Secara tidak langsung, ia menyampaikan harapan agar ke depan kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan, sehingga Kecamatan Belik semakin dikenal sebagai wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya. “Kita ingin Belik tidak hanya dikenal oleh masyarakat Pemalang, tetapi juga oleh daerah lain melalui kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Pembuatan gunungan nanas di DK Bulu Desa Belik ini menjadi salah satu rangkaian persiapan penting menjelang pelaksanaan festival Hari Jadi Pemalang ke-451. Dengan persiapan yang matang, diharapkan gunungan nanas tersebut dapat tampil maksimal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung festival.
Kegiatan pengecekan yang dilakukan oleh Camat Belik berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Ia terlihat berdialog langsung dengan warga, memberikan motivasi, serta mendengarkan berbagai masukan. Hal ini menunjukkan kedekatan antara pimpinan wilayah dengan masyarakatnya.
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Belik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal. Gunungan nanas yang disiapkan bukan hanya menjadi simbol perayaan Hari Jadi Pemalang ke-451, tetapi juga cerminan semangat gotong royong, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Desa Belik terhadap daerahnya.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan penampilan gunungan nanas dari Kecamatan Belik dapat memberikan kesan positif serta menjadi salah satu ikon yang membanggakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 tahun