Kegiatan

Monitoring dan Evaluasi Administrasi BUMDes Desa Belik, Tim Kecamatan Tinjau Program Ketahanan Pangan.

Monitoring dan Evaluasi Administrasi BUMDes Desa Belik, Tim Kecamatan Tinjau Program Ketahanan Pangan
Belik – 6 Januari 2026. Pemerintah Kecamatan Belik terus berkomitmen mendorong tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) administrasi BUMDes Desa Belik yang dilaksanakan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Belik, Bapak Suparto, S.E, didampingi stafnya, bersama Tim dari Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
Kegiatan monev ini turut melibatkan PD dan PLD Kecamatan Belik, yakni Saudara Mudta’n, S.T dan Agus Nutokhman, S.Pd. Selain melakukan pemeriksaan administrasi, tim juga melanjutkan kegiatan dengan pengecekan langsung lokasi program Ketahanan Pangan (Ketapang) BUMDes Belik yang berada di Dukuh Rimpak, Desa Belik, berupa usaha peternakan kambing dan sapi.
Kasi PMD Kecamatan Belik, Suparto, S.E, menjelaskan bahwa monev administrasi merupakan agenda rutin yang bertujuan memastikan pengelolaan BUMDes berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, administrasi yang tertib menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan usaha desa.
“Monitoring dan evaluasi ini tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan BUMDes Desa Belik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Suparto dalam keterangannya.
Ia menambahkan, melalui monev ini pemerintah kecamatan dapat mengetahui secara langsung kendala maupun potensi yang dimiliki BUMDes. Dengan demikian, pembinaan dan pendampingan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Suparto juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, serta pendamping desa agar program yang dijalankan dapat berkembang secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan dokumen administrasi BUMDes Desa Belik, mulai dari laporan keuangan, administrasi unit usaha, hingga kesesuaian pelaksanaan program dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tim PD dan PLD turut memberikan masukan teknis terkait pengelolaan administrasi dan pengembangan usaha desa.
Pendamping Desa Kecamatan Belik, Mudta’n, S.T, menyampaikan bahwa hasil monev secara umum menunjukkan pengelolaan BUMDes Desa Belik sudah berjalan cukup baik. Meski demikian, ia menilai masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam pencatatan administrasi dan pelaporan keuangan.
“Secara umum sudah baik, namun perlu ada penyempurnaan administrasi agar ke depan BUMDes semakin profesional dan mampu bersaing,” ungkap Mudta’n.
Usai monev administrasi, tim melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung lokasi program Ketahanan Pangan (Ketapang) BUMDes Belik di Dukuh Rimpak. Program ketahanan pangan ini berupa pengembangan usaha peternakan kambing dan sapi yang dikelola oleh BUMDes sebagai salah satu unit usaha strategis desa.
Di lokasi tersebut, tim melihat kondisi kandang, jumlah ternak, serta sistem pemeliharaan yang diterapkan. Agus Nutokhman, S.Pd selaku PLD Kecamatan Belik, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa sekaligus memperkuat ketersediaan pangan masyarakat.
“Program ketahanan pangan ini sangat strategis. Selain sebagai sumber pendapatan BUMDes, juga menjadi upaya desa dalam mendukung ketahanan pangan lokal,” jelas Agus secara tidak langsung.
Kasi PMD Suparto berharap, melalui monev dan pengecekan lapangan ini, pengelola BUMDes Desa Belik dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Ia juga mendorong agar unit usaha peternakan kambing dan sapi dapat dikelola lebih optimal sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Desa Belik.
“Harapannya, BUMDes Belik mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang serta berkelanjutan,” pungkas Suparto.
Kegiatan monev ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kecamatan Belik dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BUMDes, sekaligus memastikan bahwa setiap program desa berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.