Berita

Hujan Deras Picu Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Dusun Simadu Desa Badak.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor dan Pohon Tumbang di Dusun Simadu Desa Badak, Satu Rumah Roboh Total
BADAK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun Simadu, Desa Badak, pada Minggu malam (8/2/2026) mengakibatkan bencana tanah longsor yang merobohkan satu rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik karena kondisi tebing yang berada di samping permukiman tiba-tiba ambrol.
Berdasarkan kronologi menurut informasi warga sekitar, hujan turun dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari tanpa henti. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama longsoran yang terjadi tepat di samping rumah milik Bapak Darmo yang beralamat di RT 03 RW 08 Dusun Simadu Desa Badak.
Salah seorang warga setempat menuturkan bahwa sebelum kejadian, suara gemuruh terdengar dari arah tebing. “Awalnya kami mendengar suara seperti tanah bergeser, lalu tidak lama kemudian tebing di samping rumah Pak Darmo longsor dan rumahnya langsung roboh,” ungkap warga yang berada di lokasi kejadian.
Longsor tersebut mengakibatkan bangunan rumah rusak parah hingga roboh total atau habis. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat kondisi mulai memburuk. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar karena seluruh bagian rumah tidak dapat diselamatkan.
Selain tanah longsor, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan satu pohon tumbang di jalan kabupaten yang masih berada di wilayah Dusun Simadu Desa Badak. Pohon yang tumbang melintang di badan jalan sempat mengganggu akses kendaraan warga yang melintas, sehingga arus lalu lintas terhambat untuk sementara waktu.
Sejumlah warga bersama aparat desa segera bergotong royong membersihkan material pohon yang menutup jalan. Upaya tersebut dilakukan agar akses transportasi kembali normal dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. Menurut keterangan tidak langsung dari warga, proses evakuasi pohon dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan dari pihak terkait.
Kepala dusun setempat menyampaikan bahwa wilayah tersebut memang rawan longsor ketika hujan turun dalam waktu lama. Ia mengimbau warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar segera mengungsi sementara jika melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan di sekitar rumah. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Peristiwa tanah longsor di Desa Badak ini menjadi perhatian masyarakat sekitar karena terjadi pada malam hari saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Banyak warga yang langsung keluar rumah setelah mendengar suara runtuhan tanah dan berusaha membantu proses evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Hingga Senin pagi (9/2/2026), kondisi lokasi longsor masih dipenuhi material tanah dan puing bangunan. Warga berharap adanya penanganan lanjutan untuk mengantisipasi longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Bencana ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko tanah longsor, terutama di daerah dengan kontur tebing atau perbukitan.
Pemerintah desa bersama warga berencana melakukan koordinasi lebih lanjut guna memastikan keamanan lingkungan sekitar. Selain itu, warga juga berharap adanya bantuan bagi korban terdampak agar dapat segera bangkit setelah rumahnya roboh akibat longsor.
Dengan kejadian ini, masyarakat Dusun Simadu Desa Badak diimbau untuk terus menjaga kesiapsiagaan serta saling berkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat. Solidaritas warga yang terlihat saat proses penanganan awal menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam menghadapi bencana alam yang datang secara tiba-tiba