Kasi Trantib Kecamatan Lakukan Koordinasi Terkait Longsor di Dusun Simadu.


Belik – Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Bambang Martono, S.IP., M.M bersama staf melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Badak, Burhanudin, terkait kejadian longsor yang terjadi di Dusun Simadu pada Minggu malam, 9 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Langkah koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.
Peristiwa longsor di Dusun Simadu terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak sore hingga malam hari. Material tanah dari tebing di sekitar permukiman warga dilaporkan mengalami pergeseran dan menutup sebagian akses jalan lingkungan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat membuat warga sekitar waspada karena kondisi tanah yang masih labil.
Bambang Martono mengatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa menjadi langkah awal untuk menentukan tindakan yang tepat. “Kami bersama staf langsung berkomunikasi dengan Kepala Desa Badak untuk mendapatkan informasi terbaru dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan koordinasi, Senin (9/2/2026).
Menurut Bambang, pihak kecamatan juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area perbukitan. Ia menambahkan bahwa situasi di lapangan terus dipantau guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Desa Badak, Burhanudin, menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat setempat telah melakukan langkah awal berupa pembersihan material longsoran secara gotong royong. Ia menyampaikan bahwa warga bergerak cepat untuk membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup. Burhanudin juga menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kecamatan dan relawan untuk memastikan keamanan lingkungan.
“Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Alhamdulillah tidak ada korban, namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar lebih waspada,” kata Burhanudin dalam keterangannya.
Selain itu, aparat desa juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang berada di sekitar titik longsor. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi tanah kembali bergerak. Pemerintah desa, lanjut Burhanudin, akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan situasi di Dusun Simadu.
Secara tidak langsung, Bambang Martono juga menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam. Ia menilai respons cepat dari warga menunjukkan tingginya kepedulian sosial di lingkungan Dusun Simadu. Pemerintah kecamatan, menurutnya, siap memberikan dukungan apabila diperlukan langkah penanganan lanjutan.
Dalam upaya mitigasi, pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Warga diharapkan segera melaporkan kepada perangkat desa apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau perubahan struktur tebing di sekitar permukiman.
Peristiwa longsor di Dusun Simadu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang memiliki kontur tanah perbukitan. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan serta memastikan langkah pencegahan dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan adanya koordinasi yang cepat antara Kasi Trantib Bambang Martono, S.IP., M.M dan Kepala Desa Badak Burhanudin, diharapkan penanganan dampak longsor dapat berjalan efektif. Pemerintah setempat juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama

