Kegiatan

Rapat Evaluasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Aula Abdi Praja.

Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau yang makin meluas di sejumlah wilayah. Sebagai langkah nyata untuk memperkuat mitigasi dan penanganan krisis air bersih,
​Kegiatan strategis ini menjadi wadah koordinasi Lintas Sektor untuk memetakan wilayah terdampak kekeringan serta menyusun prioritas penanganan darurat. Hadir dalam agenda penting tersebut perwakilan instansi teknis kabupaten, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta utusan dari wilayah kecamatan tetangga yang turut terdampak.
​Mewakili Camat Belik, Staf Trantibum Kecamatan Belik, Aufar Hanif, S.IP., hadir secara langsung untuk menyampaikan laporan kondisi riil masyarakat sekaligus memperkuat sinergi penanganan kekeringan antarwilayah.
​Penanganan Krisis Air Bersih dan Mitigasi Kekeringan
​Dalam forum rapat evaluasi tersebut, peserta memfokuskan pembahasan pada pemutakhiran data pasokan air bersih, ketersediaan armada tangki penyalur, serta pemetaan jalur distribusi prioritas. Wilayah lereng Gunung Slamet, termasuk beberapa desa di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Belik, menjadi area yang membutuhkan perhatian khusus akibat penurunan debit sumber air alami.
​Para pemangku kepentingan menyepakati pentingnya optimalisasi penyiagaan posko darurat bencana di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil guna memastikan setiap laporan krisis air dari masyarakat dapat langsung direspons secara cepat dan tepat sasaran.
​Mewakili pihak Kecamatan Belik, Aufar Hanif, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan dampak kekeringan di wilayahnya secara berkala. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kecamatan mengingat keterbatasan armada distribusi jika tidak dikelola secara terpadu.
​”Kami hadir memenuhi arahan Bapak Camat untuk memastikan warga Belik yang terdampak kekeringan mendapatkan akses bantuan air secara merata. Hasil evaluasi hari ini akan langsung kami tindak lanjuti melalui koordinasi intensif bersama para kepala desa,” ujar Aufar Hanif di sela-sela kegiatan.
​Sinergi Lintas Sektor Demi Keselamatan Warga
​Aufar menambahkan bahwa Kecamatan Belik telah mengidentifikasi beberapa titik rawan yang membutuhkan suplai air bersih rutin harian. Menurutnya, koordinasi bersama BPBD Kabupaten Pemalang dan pihak Pulosari sangat membantu dalam mengatur jadwal distribusi armada tangki agar tidak terjadi penumpukan lokasi penyaluran.
​Selain membahas penanganan jangka pendek berupa dropping air bersih, rapat evaluasi tersebut juga merumuskan langkah antisipasi jangka panjang. Pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan sarana penyediaan air minum berbasis masyarakat serta perbaikan jaringan perpipaan yang rusak.
​Penanganan bencana hidrometeorologi kekering